Baca Efesus 5:25-27. Sebagaimana yang diuraikan Rasul Paulus dalam ayat diatas, menjadikan rumah tangga yang benar membutuhkan kasih yang berkorban. Dan Anda tahu, Yah, ini bukanlah saran .. ini adalah perintah ! Ini adalah tanggung jawab utama kita dalam menciptakan rumah yang rohani. Hari-hari ini budaya kita menunjukkan bahwa lingkungan dan suasana kasih harus diciptakakan oleh para wanita. Tetapi, itu bukanlah yang diajarkan Alkitab.

Tidak ada perintah di Alkitab yang mengatakan seorang istri harus mengasihi suaminya. Ketika seorang wanita sedang jatuh cinta, biasanya itu mudah baginya untuk meninggalkan rumahnya dan bersatu dengan suaminya. Tetapi anehnya, seorang pria harus diperintahkan untuk mengasihi istirnya. Setelah kita “menaklukkan” istri kita di altar, kita cenderung untuk pindah ke penaklukan berikutnya. Tetapi, perintah untuk kita sudah jelas. Sebagai seorang pria, kita bertanggung jawab untuk menjaga hubungan kasih dalam pernikahan. Supaya istri ktia mau tunduk kepada kita, kita hrus menaati perintah ini terlebih dahulu.

Perhatikan ayat 24, “Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu.” Kristus mendapatkan hak atas hubungan khusus-Nya dengan gereja melalui kasihNya yang mau berkorban. Tantangan kita mengasihi istri kita dengan kasih yang sama. Kitalah yang harus memulai dan istri kitalah yang menanggapinya. Jika tidak ada suasana kasih di rumah kita, itu kesalahan kita !

Efesus 5:28-31. Saya sangat suka ayat ini karena ini mengacu pada tujuan Allah bagi pernikahan kita : Kesatuan. Saya dapat mengasihi istri saya seperti saya mengasihi tubuh saya sendiri karena ia adalah bagian dari saya ! Ini sesuai dengan kejadian 2:24, “ … seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”

Isteri adalah hadiah dari Allah yang akan menolong Anda, memampukan Anda untuk meraih hasil yang lebih banyak, dibandingkan dengan yang dapat Anda lakukan sendirian. Allah telah menempatkan pasangan yang tepat bagi Anda untuk bersama-sama menyelesaikan tujuan-Nya bagi Anda sebagai satu pasangan. Sebagai kepala rumah tangga, Anda seperti seorang nakhoda. Nakhodalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab. Mungkin ia tidak sering terlihat, tetapi ia selalu tahu apa yang sedang terjadi. Seperti seorang nakhoda, seorang suami merencanakan tujuan keluarga dan mengarahkannya kearah yang benar. Teman-teman, marilah kita melakukan hal ini terlebih dahulu yaitu mengasihi istri kita dan menuntun pernikahan  menuju hubungan yang hangat dan saling mengasihi.

KIAT UNTUK AYAH !
Berilah istri Anda kejutakan dengan catatan kecil yang Anda tempelkan di tempat-tempat tertentu sebelum Anda berangkat kerja. Tempelkan satu di dapur yang mengatakan bahwa masakannya sangat enak. Tempelkan satu lagi di mobil yang mengatakan bahwa Anda mendoakan keselamatannya. Atau, mungkin satu di meja riasnya yang mengatakan betapa cantiknnya dia bagi Anda. Dan juga jangan lupa, satu di baju tidurnya, terserah Anda apa yang ingin Anda katakan di sini!