Mari kita simak berita berikut ini. Suatu keluarga, ayah, ibu dan seorang anak sedang makan pagi bersama. Di meja makan telah tersedia roti panggang, susu dan yang lain. Ketika sang anak hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol gelas yang bersisi susu hingga jatuh. Seketika itu juga ayahnya memandang dia dengan mimik muka yang marah sambil berkata : “Kurang ajar ! Susu aja tumpah, kamu gimana sih ngambilnya !” Sang anak tidak menjawab. Selesai makan, dia langsung masuk kamar dan menangis. Keesokan harinya, di waktu yang sama, keluarga ini berada di meja makan lagi. Saat sang ayah hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol susu hingga jatuh. Sang ayah memandang marah kepada sang ibu dan berkata :”Mama ! Kenapa taruh susu di sini !”  Seorang pria yang belum dewasa sering kali tidak sadar akan keegoisannya. Kadang pria tersebut lamban dalam menyadari kesalahannya. Tetapi sang istri peka dalam mengetahui kelemahan suaminya. Umumnya pria mempunya gengsi yang tinggi sekali. Jika sang istri tidak menegur dia dengan cara yang pria inginkan, sang suami tidak akan mau mengakuinya. Sang suami harus di bujuk terlebih dahulu supaya ia mengakui kelemahannya. Itulah ciri pria yang belum dewasa. Egois adalah salah satu tanda ketidakdewasaan seorang pria. Egois adalah sifat seorang anak kecil. Segala sesuatu yang diinginkan oleh seorang anak kecil harus didapatkannya. Dia tidak memikirkan apakah saat itu sedang hujan atau tidak. Jika dia meminta untuk pergi membeli sesuatu, maka orang tuanya harus memenuhinya.
“Tidak boleh, nak” bujuk sang ibu.

“Beli ! Pokoknya beli bu !” desak anaknya.

“Lain kali aja ya !” bujuk ibunya sekali lagi.

“Ah, gak mau ! Pokoknya sekarang bu !”

Mengapa seorang pria mencoba untuk tidak berbuat jahatdan selalu gagal ? Ada pria yang bertobat dari perbuatan jahat lalu jatuh lagi berulang-ulang. Selalu mengikuti pola “Berbuat jahat – bertobat – berbuat jahat”

“Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” – Yakobus 3:16

Akarnya adalah keegoisan. Tanpa bertobat dari akar segala kejahatan yaitu keegoisan, seorang pria tidak mungkin dewasa. Apakah keegoisan ? Suatu bentuk pemuasan diri. Segala bentuk pemuasan diri adalah jahat di mata Tuhan. “Keegoisan adalah akar dari segala kejahatan.”

Ayah yang menghukum anaknya karena berbuat salah, tanpa mengajarkan terlebih dahulu bagaimana melakukannya dengan benar, adalah ayah yang bersalah.