“Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, bai klah ia datang kepada-Ku dan minum”

(Yohanes 7:37)

Yohanes 4:1-25

Manusia hidup pasti membutuhkan air, bukan? Orang bisa berpuasa berminggu-minggu tanpa makan, namun manusia tidak dapat hidup tanpa air, itu sebabnya air merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Meskipun dalam padang belantara, TUHAN sanggup menyediakan oase bagi mereka yang haus dan penat. Penduduk pulau Palue, bagian NTT, merupkan daerah yang sangat kering, bahkan sumber air pun tidak terdapat disana. Mereka sepenuhnya bergantung kepada iar hujan. Sedangkan kemarau disana cukup panjang. Apa yang dapat mereka lakukan, karena mereka perlu hidup? Setiap keluarga menanam di rumahnya paling sedikit tiga pohon pisang dan melubanginya. Pohon pisang merupakan sumber air bagi mereka.

Tuhan Yesus berkata bahwa Dia adalah Air hidup. Barangsiapa minum dari “Air” itu dia tidak akan haus lagi untuk selamanya. Artinya, jika seseorang percaya kepada Yesus, maka hidupnya akan diubahkan sepenuhnya. Hidup yang dahulunya penuh kekecewaan, kebencian dan tidak ada pengharapan tetapi saatnya akan menjadi kehidupan yang penuh harapan dan sukacita. Seperti perempuan Samaria yang telah dipenuhi Air hidup menerima Yesus dalam hidupnya. Jiwanya dipuaskan. Perempuan itu tidak gelisah lagi, dia berubah menjadi perempuan yang berani menghadapi masyarakat. Bahkan menjadi saksi Kristus.

Maukah Anda menerima sukacita dan damai sejahtera-Nya? Hanya ada satu jalan, yakni percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.